Penanganan Masalah Keperawatan Hipervolemia dan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif pada Pasien dengan Sirosis Hepatis: Studi Kasus
Keywords:
Sirosis Hepatis, Hipervolemia, Ankle pumping exercise, Batuk efektifAbstract
Sirosis hepatis adalah penyakit kronis yang berlangsung progresif yang menyerang jaringan hati sehingga menyebabkan pelebaran pembuluh darah dan gangguan pada fungsi hati. Di Indonesia paling sering terdiagnosa sirosis hepatis adalah hepatitis B sebesar 40-50% kasus. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengaplikasikan teknik ankle pumping exercise, elevasi kaki 30º dan teknik batuk efektif terhadapa Tn. A dengan hipervolemia dan bersihan jalan napas tidak efektif. Hasil pengkajian didapatkan bahwa Tn. A. mengalami nyeri pada abdomen kanan bawah, asites, terdapat udema pada ektremitas bawah, lemas, sesak napas, adanya bunyi ronkhi, batuk berdahak, menggunakan otot bantu pernapasan (diafragma) dan pasien kesulitan mengeluarkan sputum. Implementasi yang sudah diberikan yaitu melakukan teknik ankle pumping exercise, elevasi kaki 30º, dan teknik batuk efektif. Dari hasil implementasi didapatkan hipervolemia belum teratasi dikarenakan pasien masih asites. Diagnosa bersihan jalan napas tidak efektif teratasi sebagian dikarenakan pasien sudah bisa melakukan teknik batuk efektif namun pasien masih batuk dan masih adanya bunyi ronkhi.
References
Adnan, A., & lolita, lolita. (2020). Analisis Efektivitas Penggunaan Antibiotika Pada Pasien Sirosis Hepatis Dengan Komplikasi Spontaneous Bacterial Peritonitis Di Salah Satu Rumah Sakit Di Yogyakarta. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 3(1)
Ahmad, L. N., Amran, H. A. M., Handriyati, A., Studi, P., Dokter, P., Kedokteran, F., Alkhairaat, U., & Tengah, S. (2022). Temuan Kolelitiasis Pada Penderita Sirosis Hepatis Di RSU Anutapura Palu. Jurnal Penelitian Kedokteran Dan Kesehatan, 4(3)
Budiono, B., & Ristianti, R.S. (2019). Pengaruh pemberian Contrast Bath dengan elevasi kaki 30 derajat terhadap penurunan derajat edema pada pasien Congestive Heart Failure : Health Information : Jurnal Penelitian 11(2), 91-99
Darni, Z., & Rahmah, S. (2019). Pelaksanaan Pengukuran Tanda Tanda Vital Pada Pasien Sirosis Hepatis Untuk Mencegah Hipertensi. Jurnal Kesehatan, 1(5)
Kemenkes. (2018). Sirosis Hati di Indonesia. In Kementrian Kesehatan Nasional.https://kemkes.go.id/article/view/19070400001/profil-kesehatan-indonesia- tahun-2018.html.
Noor, M. A., Riska, W. M., Suyanto, S., & Wahyuningsih, I. S. (2023). Pengaruh Kombinasi Ankle Pump Exercise Dan Elevasi Kaki 30° Terhadap Edema Kaki Pada Pasien CKD. Jurnal Keperawatan Sisthana, 8(1), 25-36.
Nugroho, Y. A., & Kristiani, E. E. (2011). Batuk efektif dalam pengeluaran dahak pada pasien dengan ketidakefektifan bersihan jalan nafas di Instalasi Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Baptis Kediri. Jurnal STIKES RS Baptis Kediri, 4(2), 135-142.
Puspitasari, F., Purwono, J., & Immawati, I. (2021). Penerapan teknik batuk efektif untuk mengatasi masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien Tuberkulosis Paru. Jurnal Cendikia Muda, 1(2), 230- 235.
RISKESDAS. (2021). Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI. http://labmandat.litbang.kemkes.go.id/riset- badan- litbangkes/menu-riskesdas
Saskara, P. M. A., & Suryadarma, I. (2021). Laporan Kasus : Sirosis Hepatis. Jurnal Kedokteran Universitas Udayana, 1(2)
Sukama, M. (2019). Penggunaan erless 30 derajat dan 45 derajat terhadap circumference edema (edema reduction) pada pasien dirumah sakit Samarinda. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Riski Amalia, Pera Sasmita , Nani Safuni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) ;





