Efikasi Pemberian Makanan Fungsional Ekstrak Buncis Terhadap Pengendalian Kadar Gula Darah penderita Diabetes Mellitus
DOI:
https://doi.org/10.54460/jifa.v9i2.94Keywords:
Diabetes Millitus, Kadar Gula Darah, Ekstrak BuncisAbstract
Diabetes Melitus merupakan non communicable disease (NCDs) yang prevalensinya meningkat di dunia. Pengendalian kadar gula darah dapat dilakukan dengan menggunakan komponen aktif pangan yang banyak terdapat di dalam buncis. Tujuan penelitian untuk mengetahui efikasi pemberian makanan fungsional buncis terhadap kadar gula darah penderita DM Tipe II. Penelitian bersifat eksperimental dengan rancangan pretest dan postest. Penelitian dilaksanakan di Wilayah kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2022. Populasi yaitu seluruh penderita diabetes Melitus tipe 2 sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi 15 kelompok yang diberikan ekstrak buncis dan 15 kelompok yang diberikan sirup rendah energi sebagai kontrol. Data yang dikumpulkan tentang identitas penderita, kadar gula darah sebelum diberikan perlakuan dan setelah diberikan perlakuan. Analisa data menggunakan uji statistik Dependent dan Independen T-Test dengan tingkat kepercayaan 95% dikatakan bermakna jika (p<0,005). Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan kadar gula darah penderita Diabetes Melitus tipe II setelah diberikan ekstrak buncis sebesar 41,9 gr/dl, sementara yang diberikan sirup rendah energi turun sebesar 3,5 gr/dl. Sehingga selisih penurunan sebesar 25,1 gr/dl antara ekstrak buncis dengan sirup rendah energi. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pemberian ekstrak buncis terhadap penurunan kadar gula darah penderita Diabetes Millitus tipe II. Diharapkan penderita Diabetes melitus dapat menggunakan estrak buncis untuk menurunkan kadar gula.
References
Agnesya Tarusu, F., Tandi, J., Silintowe Kenta, Y., & Kurnia Utami, I. (2019). Uji Efek Ekstrak Daun Kacang Panjang Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Jantan. Farmakologika Jurnal Farmasi, XVI(2), p.
Andayani, Y. (2018). Efek Ekstrak Buncis (Phaseolus vugaris L) terhadap Uptake 14C-D-Glukosa Otot pada Tikus Diabetes. Unram Medical Journal, 7(2), 12. https://doi.org/10.29303/jku.v7i2.176
Aprilia, N., Ariyani, A., & Hidayatin, N. (2018). the Effect of Stew Beans To Blood Sugar Level in Diabetes Mellitus Patients. Jurnal Kesehatan, 11(2), 122–135. https://doi.org/10.24252/kesehatan.v11i2.6454
Arania, R., Triwahyuni, T., Esfandiari, F., & Nugraha, F. (2016). Hubungan Antara Usia, Jenis Kelamin, dan Tingkat Pendidikan Dengan Kejadian Diabetes Mellitus Di Klinik Mardi waluyo Lampung Tengah. 5(September), 1–23.
Balitbangkes. (2018). Hasil Utama RISKESDAS 2018.
Balyan, Sri Andala, & Yudi Akbar. (2023). Hubungan Aktivitas Fisik dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus. Jurnal Assyifa Ilmu Keperawatan Islami, 8(2), 1–9. https://doi.org/10.54460/jifa.v8i2.66
Bulu, A., Wahyuni, T. D., & Sutriningsih, A. (2019). Hubungan Antara Tingkat Kepatuhan Minum Obat Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II. Ilmiah Keperawatan, 4(1), 181–189.
Delfina, S., Carolita, I., Habsah, S., & Ayatillahi, S. (2021). Analisis Determinan Faktor Risiko Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 Pada Usia Produktif. Jurnal Kesehatan Tambusai, 2(4), 141–151. https://doi.org/10.31004/jkt.v2i4.2823
Gancheva, S., Roden, M., & Castera, L. (2024). Diabetes as a risk factor for MASH progression. Diabetes Research and Clinical Practice, 217(September), 111846. https://doi.org/10.1016/j.diabres.2024.111846
Herdiana, Y., Wardana, Y. W., & Runadi, D. (2019). Pemeliharaan Pola Hidup Sehat Dan Pemanfaatan Obat Untuk Pencegahan Penyakit Diabetes Mellitus. Dharmakarya, 8(2), 98. https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v8i2.20723
Kumalsari, E., Susanto, Y., Rahmi, M. Y., & Febrianty, D. R. (2019). Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Ramania (Bouea macrophylla Griffith) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Mencit Putih (Mus muscullus) Yang Diinduksi Aloksan. Journal Current Pharmaceutical Sciences, 2(2), 2598–2095.
Maulidya, R. (2024). Hubungan Kepatuhan Diet Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Dengan Penyembuhan Luka Diabetik. Jurnal Assyifa Ilmu Keperawatan Islami, 9(1), 62–68. https://doi.org/10.54460/jifa.v9i1.98
Muhammad Ikhwan, Nanda Fitria, & Yudi Akbar. (2021). Hubungan Tingkat Pengetahuan Pasien Diabetes Mellitus Dengan Kepatuhan Diet Di Gampong Meunasah Mesjid Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe. Jurnal Assyifa’ Ilmu Keperawatan Islami, 6(1), 1–7. https://doi.org/10.54460/jifa.v6i1.6
Nugroho, P. S., & Sari, Y. (2020). HubunganTingkat Pendidikandan Usiadengan Kejadian HipertensidiWilayah Kerja Puskesmas Palaran Tahun 2019. Jurnal Dunia Kesmas, 8(4), 1–5. https://doi.org/10.33024/jdk.v8i4.2261
Puspita, R., & Adawiyah, R. (2018). Pengaruh Pemberian Jus Buncis Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Dm Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Jurang Mangu Pondok Aren Kota Tangerang Selatan. Edudharma Journal, 2(2), 23–31. http://openjournal.wdh.ac.id/index.php/edudharma/article/view/23/20
Putri, N., & Isfandiari, M. (2013). Hubungan Empat Pilar Pengendalian Dm Tipe 2 dengan Rerata Kadar Gula Darah. Jurnal Berkala Epidemiologi, 234–243.
Rahmayati, K. (2021). Kacang Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Mampu Menurunkan Kadar Glukosa Dalam Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus. Pedago Biologi, 9, 48 57.
Rosita, R., Kusumaningtiar, D. A., Irfandi, A., & Ayu, I. M. (2022). Hubungan Antara Jenis Kelamin, Umur, Dan Aktivitas Fisik Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Lansia Di Puskesmas Balaraja Kabupaten Tangerang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 10(3), 364–371. https://doi.org/10.14710/jkm.v10i3.33186
Simon, M. G., & Batubara, S. O. (2020). Analisa Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Usia Dewasa Akhir Di Puskesmas Pasir Panjang Kota Kupang. Carolus Journal of Nursing, 2(1), 16–27. https://doi.org/10.37480/cjon.v2i1.7
Widie Nugroho, B. A., Oka Adnyana, I. M., & Purwa Samatra, D. P. G. (2016). Gula darah tidak terkontrol sebagai faktor risiko gangguan fungsi kognitif pada penderita diabetes melitus tipe 2 usia dewasa menengah. Medicina, 47(1), 22–29. https://doi.org/10.15562/medicina.v47i1.71
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Zulfan, Itsnatani Salma, Evi Maisara, Lia Arsyina, Khayatol Fadhillah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada JIFA (Jurnal Assyifa' Ilmu Kesehatan) ;





